Oleh: wiwi yarnova | 25 November 2009

ALAT INDRA PADA MANUSIA

ALAT INDERA MANUSIA

MATA

Mata merupakan indera penglihatan.

Bagian-bagian mata :

  1. Kornea atau Selaput Tanduk.
  • Berfungsi meneruskan cahaya yang masuk mata ke retina.
  • Bersifat transparan dan tidak berpembuluh darah.
  1. Iris atau Selaput Pelangi.
  • Berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke mata.
  • Terletak di belakang kornea.
  • Warna iris pada manusia berbeda-beda misalnya (hitam, coklat, biru, hijau) tergantung dari gennya.
  1. Pupil atau Anak Mata
  • Berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata.
  • Bila cahaya terlalu banyak pupil akan mengecil.
  • Bila cahaya terlalu sedikit pupil akan membesar.
  1. Lensa Mata
  • Terletak di belakang pupil dan iris.
  • Berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat di retina.
  • Retina bersifat elastis.
  • Cahaya yang jatuh tepat di retina membuat kita dapat melihat benda dengan jelas.
  • Jika cahaya jatuh di depan atau di belakang retina maka kita tidak dapat melihat benda dengan jelas.
  • Untuk dapat memfoluskan cahaya yang masuk ke mata, lensa mata akan mencembung atau memipih tergantung dari benda yang kita lihat.
  • Jika benda yang kita lihat dekat maka lensa mata akan mencembung.
  • Jika benda yang kita lihat jauh maka lensa mata akan memipih.
  1. Badan Bening
  • Berfungsi meneruskan cahaya yang melewati lensa ke retina.
  • Terletak di belakang lensa mata.
  • Berbentuk seperti agar-agar.
  1. Retina atau Selaput Jala Mata
  • Retina sangat peka terhadap cahaya karena terdapat sel-sel syaraf penerima cahaya.
  • Berfungsi menerima cahaya yang masuk.
  1. Syaraf Mata
  • Berfungsi meneruskan rangsangan cahaya yang telah diterima mata ke syaraf pusat (otak)

Cara kerja mata :

Cahaya masuk ke mata melalui pupil  à  cahaya dilanjutkan ke lensa mata à  lensa mata mengarahkan cahaya sehingga jatuh tepat di retina à  Ujung-ujung syaraf penerima pada retina menyampaikan banyangan benda ke otak à  otak memproses sehingga kita dapat melihat benda tersebut.

TELINGA


Telinga merupakan indera pendengaran.

Bagian-bagian telinga :

  1. Telinga Luar
  • Terdiri dari :

1)     daun telinga

2)     lubang telinga

3)     kelenjar minyak

4)     selaput gendang

  • Berfungsi untuk menangkap bunyi.
  1. Telinga Tengah
  • Terdiri dari :

1)     selaput pendengaran (gendang telinga)

2)     tulang pendengaran (tulang martil, landasan, dan sanggurdi)

3)     saluran eustachius (saluran yang menghubungkan antara telinga dengan mulut).

  • Berfungsi untuk menghantarkan bunyi.
  1. Telinga Luar
  • Terdiri dari  :

1)     tingkap bundar

2)     tingkap jorong

3)     saluran setengah lingkaran (merupakan alat keseimbangan tubuh)

4)     rumah siput (di dalamnya terdapat cairan limfa)

5)     syaraf pendengar

Cara telinga bekerja :

Getaran bunyi ditangkap dan dikumpulkan daun telinga à  getaran suara diteruskan oleh gendang telinga ke tulang pendengaran à  getaran suara dari tulang pendengaran diterima oleh tingkap jorong dan rumah siput à  getaran suara menggetarkan cairan limfa di dalam rumah siput à  getaran rumah siput merangsang ujung-ujung syaraf pendengaran à  rangsangan diteruskan ke otak à  otak memproses sehingga kita dapat mendengar suara tersebut.

HIDUNG

Merupakan indera pencium sekaligus alat pernafasan.

Bagian-bagian hidung :

  1. saraf pembau yang terletak pada selaput lendir di rongga hidung atas, kerang hidung atas dan permukaan atas kerang hidung tengah.
  2. selaput lendir.
  3. bulu-bulu hidung

Selaput lendir dan bulu-bulu hidung berfungsi untuk menahan kotoran yang terbawa oleh udara yang kita hirup.

Cara hidung bekerja :

Bau sampai ke hidung à  bau diterima hidung à  bau merangsang ujung-ujung syaraf indera pembau  à  rangsangan diteruskan ke otak à  otak memproses sehingga kita dapat mencium bau.

LIDAH

Lidah merupakan indera pengecap.

Fungsi lidah :

  1. untuk mengatur makanan di dalam mulut agar tercampur dengan air liur dan terkunyah dengan baik
  2. membantu menelan makanan
  3. membantu mengucapkan kata-kata

Bagian-bagian lidah :

  1. Papilla yaitu tonjolan-tonjolan di permukaan lidah.
  2. Syaraf pengecap yang terdapat pada papilla.
  3. Pangkal lidah peka terdapat rasa pahit.
  4. Ujung lidah peka terhadap rasa manis.
  5. Pinggir lidah peka terhadap rasa asam dan asin.

Cara lidah bekerja :

Makanan dan minuman merangsang ujung-ujung syaraf pengecap yang terdapat di bawah papilla à  rangsang diteruskan ke otak à  otak  memproses dan kita dapat  merasakan segala rasa makanan.

KULIT

Kulit merupakan indera peraba.

Fungsi kulit :

  1. pelindung tubuh
  2. pengatur suhu tubuh
  3. tempat keluarnya keringat
  4. menjaga masuknya kotoran atau bibit penyakit ke dalam tubuh

Bagian-bagian kulit :

  1. Lapisan Ari, merupakan lapisan yang paling tipis.

Terdapat :

  • Sel-sel hidup
  • Sel-sel mati
  • Pembuluh darah
  • Kelenjar keringat
  • Ujung-ujung syaraf
  1. Lapisan Jangat, merupakan lapisan yang tebal.

Terdapat akar rambut kulit kita.

3.  Syaraf-syaraf peraba yang tersebar pada lapisan kulit.

Cara kulit bekerja :

Kita meraba suatu benda —->rangsangan diterima oleh ujung-ujung syaraf peraba——->  rangsang diteruskan ke otak ———-> otak memproses sehingga kita dapat merasakan halus kasar atau panas dingin suatu benda.

PENYAKIT ATAU KELAINAN PADA ALAT INDERA

1. Astigmatis Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.

    2. Miopia
    Miopi (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat jauh. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu panjang dan bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cekung (negatif).
    3. Hipermetropi
    Hipermetropia (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cembung (positif)
    4. Presbiopia
    Presbiopia (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).

    5. Rabun Senja
    Penderita rabun senja (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel. pepaya, dan tomat.
    6. Keratomalasi
    Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan.
    7. Katarak
    Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.
    8. Juling
    Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.
    9. Glaukoma

    Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
    10. Buta Warna
    Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan.
    11. Radang Telinga
    Radang telinga dapat terjadi di bagian luar maupun tengah. Radang telinga bagian luar terjadi karena bakteri. jamur. atau virus yang masuk melalui berbagai cara. misalnya masuk bersama air ketika berenang. Radang telinga tengah (otitis media) dapat terjadi karena bakteri atau virus. misalnya virus influenze. yang masuk dari rongga mulut melirlui saluran Eustachius.
    12. Otosklerosis
    Penyakit ini merupakan tuli konduksr yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT.
    13. Anosmia
    Anosmia adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cidera atau infeksi di dasar kepala, keracunan timbel, kebanyakan merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya.


    About these ads

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Kategori

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: